Musim panas di Groningen (I) Agustus 19, 2006
Posted by ganden in Cerita perjalanan.trackback
Selama lebih dari seminggu Groningen selalu diselimuti awan tebal. Bahkan hujan turun sepanjang hari. Walaupun hujan di sini tidak deras seperti di Indonesia, cuaca dingin yang menyertainya cukup membuat kita malas meninggalkan kamar. Padahal saat ini lagi musim panas. Benar-benar musim panas yang tidak menyenangkan.
Tetapi hari ini berbeda. Matahari bersinar terang dan tidak ada angin. Sehingga udara terasa cukup panas dan sangat cocok dipakai jalan-jalan. Seperti biasanya rute perjalanannya pasti ke arah Centrum (Grote Markt). Grote dalam bahasa Belanda berarti besar. Sedangkan Markt berarti pasar. Memang setiap hari Senin, Rabu, Jum’at, dan Sabtu di Centrum ada pasar. Bermacam-macam jenis barang yang dijual di sana. Di depan Martini Tower, pedagang umumnya menjual baju, tas, dan ada juga yang menjual makanan. Sedangkan di sisi yang lain, banyak sekali dijual kebutuhan dapur, seperti ikan, buah-buahan, keju, daging, dan lain-lain.
Seperti biasanya saya selalu membeli ikan Kibeling goreng. Dan satu seperti biasanya, rasanya masih tetap nikmat. Tetapi sebelum itu saya sempat belanja di toko Indonesia. Melati namanya. Saya dengar pemiliknya dari Surabaya. Ada berbagai macam barang yang dijual di toko ini. Sebagian besar adalah barang-barang berupa kebutuhan rumah tangga, terutama makanan dan sayuran. Bahkan di toko ini juga dijual pepes ikan Makarel dan cobek beserta uleg-ulegnya. Makanya kalau ke Belanda saya tidak pernah khawatir masalah makanan.
Sejak dua hari yang lalu di Groningen ada panggung musik. Kata temen sih acara ini biasanya berlangsung selama satu minggu. Pingin nonton sih. Tapi khok males ya…enakan nonton TV aja deh di kamar. Acara favoritku kalau di Eropa barat ya Discovery, Animal Planet, National Geographic, dan CNN.
Komentar»
No comments yet — be the first.