jump to navigation

Datang di Groningen Agustus 13, 2006

Posted by ganden in Cerita perjalanan.
trackback

Satu hal yang membuat saya selalu ingin kembali ke Belanda yaitu kibeling. Kibeling adalah sejenis ikan yang biasanya disajikan dalam bentuk gorengan hangat disertai berbagai macam jenis saos. Sejak kedatangan saya di Groningen pada tanggal 19 Juli 2006 yang lalu, hampir setiap hari Sabtu saya pergi ke Centrum untuk menikmati kibeling goreng. Saya di Groningen dalam rangka kerjasama riset dengan Prof. Bauke Dijkstra dalam framework mobility program. Program ini memberikan kesempatan kepada kelompok peneliti di Indonesia untuk melakukan penelitian di Belanda yang dibiayai oleh The Netherlands Academic of Art and Science (KNAW). Kajian riset kali ini adalah berkaitan dengan eksplorasi enzim yang nantinya dapat digunakan untuk degradasi xylan. Proyek ini diketuai oleh Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si. Sedangkan anggota timnya adalah saya sendiri, Tjitjik Srie Tjanjandarie, Ph.D, dan Dr. Wulan J. Manuhara, M.Si. Kebetulan saya  kebagian untuk datang lebih awal di Groningen.

Tugas saya adalah menyiapkan substrat untuk enzim Abfa. Sustrat diperoleh dengan cara mendegradasi xylan dengan enzim xylosidase dan xylanase. Kemudian produk yang terbentuk dipisahkan dengan HPLC. Fraksi yang positif terhadap Abfa dipisahkan dan dimurnikan.

Pekerjaan ini bagi saya tidak mudah karena latar belakang riset saya bukan di biokimia melainkan di bioanalytical chemistry dan kimia lingkungan. Apalagi saya harus menggunakan HPLC yang sudah sekian tahun tidak digunakan. Belum lagi HPLC tersebut dilengkapi dengan peralatan canggih yang selama ini saya belum pernah mengenalnya.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah mengenali HPLC beserta perlengkapannya. Ternyata HPLCnya dilengkapi dengan autosampler dan dikendalikan dengan komputer melalui software chemstation. Kemudian saya melakukan instalasi peralatan pendukung karena beberapa kabelnya ternyata tidak ada lagi. HPLC ini sudah sepuluh tahun tidak digunakan. Busyet..!!!! pikir saya. Oleh karena itu dimungkinkan kolom dan degassernya telah kering. Sambil mempelajari softwarenya, HPLC saya running secara manual untuk menstabilkan sistem.

Groningen adalah suatu kota yang terletak di bagian utara Belanda. Beberapa tahun yang lalu saya sempat datang sekali ke Groningen. Pada saat saya mengambil S2 di Delft dan waktu itu akan berkunjung ke Denmark. Waktu itu kotanya sangat kecil dan sepi. Oleh karena itu sebelum datang ke sini, bayangan saya tidak ada orang Indonesia di sini. Ternyata dugaan saya keliru. Ternyata di sini saya jumpai banyak orang Indonesia. Sebagian besar dari mereka adalah mahasiswa di RUG. Hal ini tidak lepas dari usaha-usaha yang sangat agresid dari RUG untuk menarik minat mahasiswa dari Indonesia studi di universitas ini 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: