jump to navigation

Paskah di Groningen Maret 21, 2008

Posted by ganden in Cerita perjalanan.
trackback

Kuintip keadaan di luar lewat jendela kamarku. Masi hujan dan berangin. Tampak air menggenang di atas rumah tetangga. Kamarku terletak di lantai 2 sehingga aku bisa melihat genting tetangga. Di Groningen memang tidak pernah hujan lebat. Hujan turun rintik-rintik kemudian berhenti dan hujan lagi. Hari Rabu, 19 Maret 2008 aku baru datang ke Groningen ternyata hari Jum’at sampai Senin merupakan hari libur. Kalau tahu itu, lebih baik aku menunda keberangkatanku ke Groningen karena pada waktu yang sama ternyata di Indonesia juga libur.

Aku agak malas hari ini. Termasuk malas untuk mandi hehe. Kalau di eropa, apalagi masih musim dingin begini biasanya orang jarang mandi. Soalnya kalau keseringan mandi justru dapat menyebabkan gatal-gatal pada kulit karena perbedaan suhu air hangat untuk mandi dan suhu di luar sangat ekstrim. Ini bisa menyebabkan kulit menjadi pecah-pecah dan gatal. Kuarungi dunia maya sambil sesekali mataku melirik ke luar jendela. Hujan masih belum reda. Akhirnya kuputuskan untuk jalan-jalan di sekitar centrum di Groningen.

Kuberjalan menuju halte bis di bawah rintik air hujan. Suhu udara masih sangat dingin. Bis berjalan pelan menyusuri jalan-jalan sempit berpaving yang basah. Walaupun begitu di sepanjang perjalanan banyak sekali orang lalu lalang di jalan. Apalagi waktu mendekati pusat kota/ centrum. Di pusat kota Groningen ada pasar yang biasa disebut Grote Markt. Hari ini nampaknya berbeda dengan hari-hari yang lain. Banyak sekali pedagang bunga yang menjual bunga segar, bunga di pot, maupun biji bunga. Pemandangan pusat kota Groningen menjadi berwarna-warni dan meriah. Walaupun rintik hujan terus mengguyur tidak menyurutkan penduduk kota maupun turis untuk berjubel dan berlalu lalang di jalanan. Sebagian dari mereka membeli bunga-bunga itu.

Memang hari ini adalah eastern atau ostern di Jerman. Di Indonesia dikenal dengan paskah. Pada hari ini sampai Senin adalah hari libur. Sepanjang hari ini aku berjalan menyusuri kota Groningen. Sesekali aku potret sudut kota atau obyek yang menurutku menarik untuk diabadikan. Setelah beberapa jam berjalan, kaki terasa ngilu. Apalagi suhu udara juga masih cukup dingin. Kadang-kadang telapak kaki serasa kram karena dinginnya. Sepanjang perjalanan aku mendengar orang-orang berbicara dalam bahasa Jerman. Rupanya setiap tahun banyak turis-turis Jerman yang datang ke Groningen pada saat eastern. Sebagian besar dari mereka membeli bunga-bunga. Tak lengkap rasanya kalau ke Belanda tidak makan ikan Kibbeling goreng. Udara dingin dengan ikan kibbeling goreng yang panas merupakan  kombinasi yang sangat pas. Bahkan sampai sekarangpun aku nggak tahu ikan kibbeling itu bentuknya seperti apa. Tapi yang pasti kutahu ikan kibbeling goreng rasanya mak nyuuuuuuussss !!!!!!

Komentar»

1. Lilis - Oktober 22, 2008

hai,
wahh seru ceritanya..
saya skrg baru rencana sekolah di sana, di groningen. itu pun klo diterima! hehe.. baru apply beasiswa critanya..
Groningen merupakan salah satu kota pilihan saya, makanya saya sdg mencari tau sebanyak2nya tentang kota groningen dan segala hal yg berkaitan dgnnya.

Referensi buat saya nih.makasih sharingnya…

Salam kenal..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: