jump to navigation

Salju di awal musim semi Maret 23, 2008

Posted by ganden in Cerita perjalanan.
trackback

Orang Jerman selalu bilang bahwa semua cuaca baik. Kalaupun kita merasakan cuaca yang tidak bersahabat itu semata-semata disebabkan kita yang salah berpakaian. Ungkapan ini kalau dipikir lebih dalam mengandung makna menghibur diri sendiri atas kesalahan memilih pakaian maupun atas keadaan yang memang kita tidak bisa menghindarinya. Sebagai contoh kita tidak menyiapkan jas hujan tetapi tiba-tiba turun hujan lebat atau kita ditakdirkan dilahirkan dan besar di Surabaya, maka sangatlah tidak cocok jika kita memakai jaket yang sangat tebal. Oleh karena itu kita harus rajin melihat dan mendengarkan ramalan cuaca. Dan yang penting pakaian harus disesuaikan dengan tempat dimana kita tinggal.

Namun demikian kadang-kadang, menurut aku sih.., adalah sesuatu yang sulit diterima akal sehat jika salju turun di awal musim semi. Peristiwa ini benar-benar aku alami selama dua hari ini di Groningen. Datang dari Indonesia dengan harapan suhu sudah di atas 10 derajat celcius, nyatanya suhu malah berkisar antara 1 dan 2 derajat celcius. Turun salju lagi…Benar-benar membuat dongkol. Bagaimana tidak dongkol lha wong dari Indonesia aku cuman bawa sweater dan jaket tipis. Nasib…nasib.. benar-benar Ich trage die falsche Kleidung…kata orang Jerman.

Walaupun begitu aku tetap nekat pergi ke Delfzijl, suatu daerah pantai sekitar 40 menit dari Groningen menggunakan kereta. Sudah manjadi hobyku untuk mengabadikan keadaan-keadaan yang aneh di sekitar kita. Hasil gambar-gambar yang aku dapatkan biasanya aku gunakan untuk memberikan kuliah metodologi penelitian. Hal ini sangat penting untuk memberikan ide-ide segar bagi mahasiswa sehingga mereka terpacu untuk memikirkan sesuatu yang aneh-aneh yang diharapkan melahirkan pemikiran-pemikiran kritis yang dapat dilanjutkan dalam kegiatan riset.

Perjalanan ke Delfzijl sangat menyenangkan. Keretanya hanya dua gerbong. Setiap gerbong terdiri dari kelas 1 dan kelas 2. Kalau dihitung jumlah kursi setiap gerbong sekitar 40. Bersihnya luar biasa untuk ukuran orang Indonesia. Tidak ada pedagang asongan di sini hehe. Berbeda dengan kereta api di Indonesia, sambungan antar gerbongnya tertutup rapat dan tidak menimbulkan bunyi yang keras. Jumlah penumpangnya pun, kalau hari libur begini, hanya sekitar 10 orang. Kereta berjalan tidak terlalu cepat dan melewati daerah pertanian. Daerah pertanian di Belanda sangat khas, yaitu meliputi tanah yang sangat luas dan dibatasi oleh parit-parit. Sesekali tampak satu dua rumah dengan traktor dan kandang di belakang rumah. Tampak berbagai jenis burung dengan bebas terbang. Tampak pula berbagai jenis itik berenang di parit-parit. Bahkan banyak angsa liar berkelompok dua sampai 3 ekor di daerah pertanian tersebut. Kalau di Indonesia pasti sudah jadi bebek goreng hehehe. Hewan-hewan hidup tanpa tekanan dan ancaman.

Delfzijl adalah daerah pantai di sebelah timur Groningen. Di sepanjang pantai berdiri kokoh bendungan. Aku tidak tahu apakah bendungan ini alami atau buatan. Kalau kita berdiri di atas tanggul, maka tampak di kejauhan adalah wilayah Jerman yang dipenuhi oleh kincir angin. Dinginnya mak..luar biasa karena anginnya yang sangat kencang. Adanya angin menambah dingin menjadi belipat-lipat. Telinga rasanya sakit sekali. Delfzijl juga merupakan pelabuhannya Groningen. Di sini juga ada hotel yang dibangun menjorok ke laut. Tapi sayang aku lupa nama hotelnya. Kota ini tiba-tiba mengingatkan aku pada kota Delft. Di kota inilah pada tahun 1995 yang lalu aku mengambil S2. Setelah mengambil beberapa foto kuputuskan pulang saja karena dinginnya mak..sampai ke tulang. Salju masih turun tipis disertai angin yang cukup kencang sewaktu aku tiba kembali di stasiun kereta Groningen. Tapi rasa dingin sementara bisa dikurangi dengan minum teh panas di kiosk pojok stasiun.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: